Tuesday, January 1, 2019

lucky.


sebagian orang berpendapat bahwa keberuntungan hanyalah teori. di dunia nyata fakta itu tidak pernah ada. keberuntungan tidak dibuat oleh Tuhan untuk terperosok kedalam hidup seorang manusia secara tiba-tiba. setiap manusia baru boleh diganjar hal baik ketika telah lebih dulu berusaha. dan bahwa hal baik tidak lah buta. mustahil baginya menghadiahkan diri kepada orang yang salah. akan tetapi adamu membuatku percaya, keberuntungan (bisa jadi) memang dimaksudkan secara cuma-cuma. atau kah ada sesuatu kebaikan yang telah aku perbuat, sehingga kau ditakdirkan Tuhan sebagai sebentuk hadiah?

dear kak F. aku sungguh bersyukur atas hadirmu. 











Monday, October 8, 2018

penerimaan.


pada waktunya, setelah dewasa membawa pergi langkah - langkah kita jauh ke depan sana, kita akhirnya akan membalikkan badan, menoleh ke belakang. kepada mereka berdua, sepasang manusia-senja yang telah puluhan tahun merelakan kesenangannya demi kenyamanan kita, yang menukarkan dunia kecilnya sebagai jaminan sempurnanya dunia kita. mereka yang kita sebut orang tua.
pada akhirnya, kita menyadari benar bahwa tiada yang sanggup menerima kita seperti penerimaan yang mereka berdua lakukan. penerimaan tanpa iming - iming, penerimaan tanpa melihat baik buruknya diri. sehingga tidak keliru sama sekali jika kemudian yang paling berhak untuk dibahagiakan di muka bumi ini adalah keduanya. tanpa perlu ada pertimbangan apa - apa. :) 

Tuesday, February 21, 2017

pulang dan perjumpaan - perjumpaan.


pulang ke rumah pasca menamatkan sekolah profesi. tentu bagi saya pulang kali ini adalah yang paling melegakan diantara pulang pulang lain sebelumnya. sebab kali ini saya tak harus menghitung mundur waktu untuk hendak kembali ke perantauan. saya tak perlu merasa jengkel dengan rentetan pertanyaan teman-teman kampus yang umumnya bunyinya sama; "kapan balik, tik?". dan saya tak mesti merasakan lagi perasaan paling memberatkan diseantero jagat ini ketika tiket balik sudah di tangan. :)

siang di dua puluh dua desember tahun kemarin, saya akhirnya tiba di rumah dengan kondisi badan yang sakit semua. menstruasi hari kedua sukses membuat perjalanan kembali ke rumah terasa lebih dramatis. barang bawaan yang banyak, kelebihan bagasi (tentu saja), nyeri perut sejak di ruang tunggu bandara hingga naik ke pesawat, landing tidak mulus di bandara Pattimura Ambon, kelaparan dan sakit perut di Tulehu, desak-desakan selama dua jam di kapal bersama bejibun penumpang mudik Natal, hingga sakit pinggang sesampainya di Masohi. sungguh perjalanan yang membikin lemes tapi gemess juga.

perjumpaan kali pertama dengan keluarga setelah menyelesaikan sekolah di perguruan tinggi rasanya amat haru. saya bahkan tidak boleh kemana-mana dulu dalam beberapa waktu karena ibu katanya masih sangat rindu. :') dan meski sebenarnya ini belum lah apa-apa, tapi saya melihat ada kelegaan dan sukacita yang hebat di sorot mata ayah ibu ketika menyambut saya didepan pintu, bahwa mereka telah merasa "cukup" dengan kembalinya saya ke rumah, dengan selamat, tanpa kurang satu apapun.

sampai disitu, saya tak sempat memikirkan perjumpaan-perjumpaan lain. sungguh bagi saya perjumpaan pertama dengan orang tua sepulangnya saya dari bepergian lama adalah perjumpaan yang paling saya nikmati sensasinya. hingga di pertengahan Januari kemarin, seseorang menyapa saya via whatsapp dan menghujani saya dengan kata rindu yang menurut saya sudah terlalu banyak. seseorang paling penuh penjagaan, seseorang paling fokus atas tugas dan tanggung jawab, seseorang paling sunyi.. teman paskibra sekabupaten tersayang. :) perjumpaan di whatsapp kemudian berlanjut ke telpon-telponan. dalam kurun waktu sepuluh tahun terhitung sejak kelas dua belas SMA, baru kali itu kami saling mendengar suara masing-masing lagi, menggelitik saat mendengar tawa satu sama lain lagi. astaga! selama ini kami kemana? sepuluh tahun bukan waktu yang sebentar, nyong! saya terus-terusan tidak percaya. bagaimana bisa kami saling lupa sedemikian lamanya. bagaimana bisa saya tak mengingatnya lalu mencari tahu tentang dia dengan mudah lewat facebook? bagaimana bisa dia mencari saya dan tidak ketemu? bagaimana bisa saya mengabaikan seribu lebih permintaan pertemanan di facebook hingga membuatnya kesulitan mengirim permintaan pertemanan ke akun milik saya? ah.. banyak bagaimana bisa yang muncul di kepala saya ketika dia muncul. terlebih ketika dia benar-benar berdiri tepat dihadapan saya. berjarak sekitar dua jengkal dari bola mata saya. malam di awal Februari ini, setelah mengantongi ijin pulang dua hari dari komandannya di lanud Pattimura Ambon, untuk kali pertama sejak kami berpisah di lapangan nusantara sepuluh tahun silam, dia datang ke rumah mengunjungi saya -Prastika-, teman perempuan yang dijuluki dengan sebutan "emas" saking diberi penjagaan penuh selama karantina paskibra di Ambon tahun 2007. :')) awalnya, saya fikir dia datang hanya sebagai seorang teman lama yang sekedar ingin menggelar temu biasa. hanya membawa rindu. rindu milik teman paskibra. tapi ternyata tidak. dia datang membawa rindu beserta perasaan lalu. perasaannya yang tidak pernah saya tahu. malam itu, kami banyak bercerita. dan sangat banyak bernostalgia. sembari dia terus menerus bilang tak ingin saya menghilang lagi. sungguh ini perjumpaan yang rumit. ijinkan saya untuk tidak melanjutkan ceritanya. saya takut jika terbawa perasaan untuk lelaki berseragam angkatan udara satu ini. hahaha.

lalu perjumpaan mengejutkan berikut. bertepatan dengan acara puncak reuni alumni SMA pada empat februari kemarin. disela-sela obrolan saya dengan beberapa orang, seseorang itu, bapak muda beranak satu itu, datang menghampiri lalu berdiri dihadapan saya, berjabat tangan dengan saya, dan memberi pertanyaan yang sama persis seperti yang pernah dilontarkannya kepada saya di hampir dua belas tahun lalu ketika hari terakhir masa orientasi siswa; ade, mau gelang ungu? :) pertanyaan iseng dari seorang kakak kelas kepada adik kelas korban jajahannya. pertanyaan yang pernah menyebalkan tapi kini terdengar lucu. kali ini saya tak lagi memandangnya dengan tatapan sinis. kali ini saya dan dia hanya menertawakan keluguan masa abege kami. lantas semua seperti terulang. yang pernah terjadi di hari-hari paling dulu muncul kembali, berputar-putar sangat jelas di kepala. seolah sepuluh hingga dua belas tahun lalu baru saja usai kemarin. terasa dekat sekali. dan ini adalah tatap muka kami yang pertama sejak tatap muka terakhir kalinya di sepuluh tahun lalu. seseorang itu, seseorang yang pernah saya kenali betul bentuk badannya, cara berjalannya, hentakan kakinya, potongan rambutnya, warna suaranya, wangi seragam sekolahnya, senyum paginya.. seseorang yang telah lama sekali berlalu namun tak terlupa. seseorang yang tersimpan rapi sebagai kenangan baik di ingatan saya. seseorang yang begitu penting di perjalanan masa remaja saya. seorang dengan predikat cinta pertama sekaligus pacar pertama. :))

perjumpaan-perjumpaan lain. bersama teman-teman sekolah, guru-guru di sekolah, tak terkecuali merupakan perjumpaan yang menyenangkan pula. rasanya sungguh hangat ketika tahun-tahun terpisah akhirnya berakhir di sebuah perjumpaan dengan durasi obrolan yang panjang, tawa yang riang, tatap-tatap mata yang masih berbinar. ah.. pulang kali ini benar-benar mengantarkan saya pada takdir perjumpaan-perjumpaan yang manis.






Masohi. 2017.

Tuesday, November 29, 2016

Anoeta still a mystery.


masih pukul 8.45 pagi ketika papa saya menelepon dari Masohi dengan maksud mengabari bahwa surat keterangan domisili yang saya minta kemarin kemarin sudah beliau kirim via email. obrolan yang hanya singkat itu kemudian berujung pada omelan ibu karena saya kedapatan baru bangun di hampir pukul 9 akibat nonton bola jelang subuh. beberapa hari ini saya memang sedang flu batuk dan sakit tenggorokan sehingga mereka agak khawatir. jadi lah mereka sedikit sewot ketika tau saya masih saja nonton bola dengan kondisi tubuh yang kurang fit. hehe.

setelah melewatkan beberapa laga yang dimainkan Barcelona dalam kurun waktu dua minggu belakangan ini, saya akhirnya tidak tahan juga untuk kembali menumbuhkan niat begadang demi menyaksikan mereka bentrok dengan Real Sociedad kemarin subuh (waktu Indonesia) di Anoeta. Barcelona dan stadion Anoeta memang memiliki kisah yang lumayan unik. berdasarkan data dan fakta, dalam sembilan tahun terakhir terhitung sejak kemenangan pada 2007 silam di Anoeta, Barcelona belum sekali pun meraih kemenangan lagi disana setiap kali berjumpa Real Sociedad! saat terakhir kali menang, Barcelona masih diperkuat pilar-pilar seperti Ronaldinho, Deco, dan Eto'o. jika dilihat dari starting line-up edisi 2007 yang ditayangkan oleh akun twitter @barcastuff_real, tampilan skuat Barcelona kala itu masih seperti ini: Victor Valdes yang masih akrab dengan rambut hitam tebal ( sebelum akhirnya lebih sering botak mengkilap ), Andres Iniesta masih terlihat abege dengan rambut lebat di kepalanya ( sekarang sudah hampir botak ), Lionel Messi masih gondrong dan doyan pake bandana ( sekarang potongan rambutnya pendek selalu tapi doi rada 'urakan' dengan janggutnya yang cokelat itu ), masih ada Ronaldinho ( my fav number 10 so far ), masih ada Sam Eto'o dan Deco, masih ada Xavi dan juga Puyol. beberapa fakta mencengangkan ini tentu sangat menunjukan betapa 2007 merupakan angka yang sudah lampau sekali, dan apesnya hingga kemarin pagi Barcelona masih belum mampu keluar dari "kutukan" Anoeta sejak sembilan tahun lalu tersebut. Barcelona ditahan imbang Sociedad dengan skor imut 1-1. ow yeah, Anoeta still a mystery.

 2007 skuat.

jangan ditanya seberapa besar kecewa saya. banyak alasan yang melatar belakangi kecewa kali ini. selain hasil seri yang membuat jarak poin dengan Real Madrid sebagai pemuncak klasemen sementara liga kian jauh, pula performa Barcelona yang sungguh diluar ekspektasi. ball possesion Barcelona lebih rendah dibanding Sociedad, itu artinya selama 95 menit tanding, Sociedad lebih mendominasi bola dan tentu mendominasi jalannya pertandingan. shot on target Sociedad juga melampaui Barcelona ( gila ya! ). bahkan Barcelona dipressing ketat oleh nyaris seluruh pemain Sociedad dari depan hingga belakang! trio lini depan Barcelona tidak bisa berbuat banyak karena suply bola dari belakang maupun tengah sangat minim. secara keseluruhan, saya benci sekali game ini. honestly. anyway, ini empat hari lagi el clasico lho. gimana mau ngadepin Madrid kalo mainnya acak kadut begitu??? saya tidak membayangkan jika Barcelona seperti ini yang bakal menjamu Real Madrid di Camp Nou. Barcelona tanpa visi misi, Barcelona yang kebingungan, Barcelona yang tidak kompak, Barcelona yang gampang diobok-obok, Barcelona yang tidak bermental!

banyak pengamat yang setuju bahwa penampilan Barcelona kemarin pagi merupakan Barcelona terburuk selama kurang lebih sepuluh tahun terakhir. ada yang bahkan menyamakan kondisi ini dengan kondisi Barcelona pada masa Rijkard dulu, sebuah tim tanpa niat dan ambisi. sementara yang bisa saya simpulkan sendiri adalah Lucho memang sangat terlihat miskin taktik. meski harus menutup mata, siapapun seharusnya bisa merasakan ini. itu lah mengapa, meski raihan prestasi Lucho selalu dibanding bandingkan dengan raihan Pep dulu, saya sebagai pribadi yang mendewakan Pep tidak akan mungkin meletakkan Lucho sejajar bersama Pep karena Pep tak bisa disaingi Lucho. beda. sangat berbeda. Lucho tak memiliki kemampuan dasar taktik seperti Pep. demikian yang bisa saya katakan.

suara-suara sumbang yang mengharapkan Lucho lengser semakin bising terdengar. sementara boleh dikatakan musim ini masih setengah jalan. Lucho masih berkesempatan "memperbaiki" namanya dengan melakukan perbaikan skuat, entah dengan memperjelas visi misi, menemukan taktik yang lebih asoy, maupun memanfaatkan setumpuk pemain di bench yang perasaan dibeli dengan harga mehong-mehong tapi kok jarang digunakan tenaganya yaaa. kalau hanya untuk menghiasi bangku cadangan saja, ngapain dibeli mahel-mahel, coach? melepas banyak pemain muda akademi dengan harga "gratisan" hanya untuk belanja pemain dari luar itu esensinya apa? 

mabok saya kalau sudah begini urusannya. menuju laga besar macam el clasico dengan modal hasil imbang di kandang lawan, mental uring-uringan, beberapa pilar utama cedera ( cedera gak kelar-kelar ye boss ), jarak enam poin dengan Madrid, apa sih yang bisa diharapkan dari tim ini untuk menang el clasico tanggal 3 nanti selain main di Camp Nou? fiuh.

Wednesday, November 23, 2016

Bagaimana mungkin..


Bagaimana mungkin saya tidak jatuh hati, jika perlakuan kamu ke ibumu sebegitu menghangatkan hati, cara kamu menghadapi anak kecil disekelilingmu sedemikian menggemaskan.
seluruh basa basi kriteria seratus persen selesai di kamu.

Wednesday, November 16, 2016

fiuh.


belakangan ini. memasuki laman facebook tak ubahnya memasuki wilayah konflik, dimana tekanan lebih terasa kuat dari biasanya, pun terdapat dua kubu yang tak gentar "angkat senjata" untuk saling memerangi. 
saya sudah merasa sangat tidak nyaman. ketika niatan hati log in akun facebook hanya untuk senang-senang, mengecek jadwal tanding Barcelona pada bulan November dan beberapa laga kualifikasi piala dunia 2018 Rusia, namun yang ada malah saya berujung sebagai "korban" amukan emosi diri sendiri akibat mengkonsumsi terlalu banyak berita provokasi tidak mutu bercampur ocehan orang-orang. tidak sedikit dari jumlah seribu lima ratusan teman di facebook "saling perang". meski tidak saling menyebutkan nama secara lantang, beberapa individu secara sangat transparan menunjukkan kefanatikan, tidak segan-segan. yang menyedihkan bagi saya adalah dari kefanatikan itu justeru terlihat membutakan.
harus saya akui, pak Ahok dan aksi bela Qur'an 4 November kemarin sangat berhasil membuat rakyat Indoensia "terangsang". tipe rangsangan yang sangat dibutuhkan dunia medis agar mempermudah beberapa kasus berat yang melilit sebagian ibu hamil terkait sulitnya brojolin anak padahal sudah mules berhari-hari. ini bukan peristiwa kecil yang tak bakal meninggalkan bekas nantinya. ini akan menjadi kenangan besar. sejarah. siapa saja akan mengingatnya dengan sangat baik, seperti halnya aksi '98 dahulu.
saya pribadi tak bisa memposisikan diri di salah satu kubu. sejujurnya, saya tak jago mengomentari hal-hal demikian. saya tidak doyan konsumsi yang bercita rasa politik atau sejenisnya. bagi saya cuma satu, perihal kedamaian adalah nomor 1. sehingga kalau sudah rusuh begini saya tak bisa membiarkan diri saya berada di salah satu kubu saja. ingin berada ditengah-tengah sebagai pihak yang "merangkul". gimana ya, di pikiran saya, sungguh pak Ahok itu idaman. ini murni - aseli - tulus, terlepas dari sosoknya yang kadang suka ngomel-ngomel cerewet, isu-isu partai komunis di belakangnya, lalu darahnya yang cina maupun agamanya yang kristen. sementara di hati kecil saya, sebagai seorang muslim yang sebenarnya tidak taat-taat amat, Qur'an itu tinggi sekali derajatnya. mana mungkin saya terima-terima saja jika direndahkan?  tapi, dilihat dari tipe kepribadian pak Ahok y```ang "memang sudah begitu adanya sejak zaman purbakala", apa iya beliau secara sadar bermaksud menistakan agama? apa iya beliau seberani itu nyenggol agama mayoritas di negeri ini?
sekali lagi. saya tak ingin meletakan diri saya di salah satu kubu. lantas "angkat senjata" dan ikut memerangi salah satu yang lain. saling lempar sindiran, saling lempar argumen yang terlalu condong ke arah fanatik berlebihan, saling tuding siapa yang seharusnya benar dan siapa yang lebih pantas disalahkan.

boleh kah KITA baik-baik saja? boleh kah facebook, dan mungkin untuk saat ini seluruh sosial media, menjadi asik lagi saja? :(

Sunday, November 13, 2016

dibalik pintu kamar 207.


kisah ini dimulai sejak ortu saya balik ke Maluku dan saya pulang ke kamar kos melanjutkan periode bobo sendirian. sebelumnya saya memang tidak begitu mempedulikan keseimbangan skuat antara laki-laki dan perempuan di kosan ini mengingat kosan yang saya tempati sekarang merupakan kosan bertipe campuran. diawal ketika melabuhkan pilihan disini pada september lalu, saya tidak punya feeling buruk sama sekali dan cukup yakin kala itu. saya pikir sih selagi masih ada penghuni perempuan didalamnya (berapa pun jumlahnya whatever) ya saya tidak perlu khawatir akan dihantui penampakan laki-laki setiap hari karena toh masih diimbangi dengan adanya wujud bidadari-bidadari yang boleh jadi berseliweran setiap hari pula. mustahil saya bakal tidak nyaman dengan kondisi internal kosan. apalagi kosan ini bisa dikategorikan kosan "mahelan" sebab tengok saja sistem penjagaannya yang dibekali amunisi tiga security dengan tugas patroli selama dua puluh empat jam tanpa henti. belum lagi fasilitas lain yang amat memanjakan mahasiswa/i. sungguh ya, hidup ini enteng jikalau punya duit. aseli. pun setahu saya (menurut kesotoyan hasil sepintas pandang) mayoritas penghuni kosan sini adalah mahasiswa kedokteran yang perilakunya sudah terkenal diseantero jagat raya perkuliahan itu, yakni baik budi pekerti - kutu buku - santun - sopan - rupawan. saya sangat yakin, hidup saya akan baik-baik saja. saya yakin, saya tidak akan mendengar keributan-keributan tidak penting kecuali jika ada aktivitas belajar kelompok untuk persiapan ujian misalnya. selebihnya hidup saya akan tentram dan indah-indah saja.
hingga pada suatu malam, masih terhitung pertengahan oktober. saya terbangun karena mendengar suara-suara yang sudah sangat saya kenali betul dari mana asal logat yang terdengar dari suara-suara keras tersebut (jangan paksa saya menyebutkan asal muasal logat ini karena saya tidak mau dikira SARA), sedang asik menggosipkan perihal perempuan seksi dan perempuan bayaran! damn. tebak, apa yang terjadi pada saya selanjutnya?
...
saya syok. saya panik. saya bangun dari tempat tidur dan meneguk dua gelas air putih. dan saya kembali ke kasur memaksakan mata saya supaya pejam sesegeranya. sayang disayang rasa kantuk saya entah kemana saat itu. sementara suara jejeritan dan ngakak lelaki-lelaki kampret itu makin melengking, puncaknya saat salah satu diantara mereka menceritakan kisah making lovenya dengan seorang perempuan yang dihargai lima ratus rebu. astaga! saya kemudian memberanikan diri mengintip mereka dari balik lapisan kedua gorden berwarna cokelat itu. mata saya memperkirakan ada sekitar empat orang di kamar dengan pintu terbuka diseberang sana. sejak pukul tiga dini hari itu, nyali saya menciut.
saya secara resmi berkelakuan seperti Go Dok mi di drama korea Flower boys next door. mengurung diri di kamar. ngintip-ngintip ketika hendak keluar kamar. tidak akan melangkahkan kaki keluar demi apapun juga jika di depan kamar saya lelaki-lelaki setan itu sedang ngerumpi. mengenakan jaket setiap kali keluar kamar meski cuaca sedang terik membara. mengendap-endap bak orang penuh dosa setiap masuk keluar kamar karena tidak ingin menjadi pusat perhatian (padahal entah mereka memperhatikan atau tidak). ketakutan setiap kali mendengar suara-suara "setan" itu gentayangan entah pada siang maupun malam hari (meski yang diobrolkan bukan hal-hal berbau pornografi). menjadi parno sendiri dan berujung mengecek pintu dan jendela berulang kali setiap hari. :'(
bukan tanpa alasan saya jadi begini. sudah lebih dari tiga kali saya mendengar komplotan bajingan itu basa-basi secara lantang tentang perempuan bayaran, making love, bokep, dan hal-hal menjijikan lainnya. pun setiap hari becandaan mereka macam manusia yang terlahir dari rahim binatang, saking seringnya mereka saling "bertegur sapa" dengan sebutan anjing babik anjing babik. dikesempatan lain isi omongan mereka tercatat di kepala saya sebagai TONG SAMPAH karena banyaknya kata-kata hina seperti: ta*, kont*l, ngent*t, pe**. UDAH GILA KALI YA, KALIAN! meski secara fisik saya tidak mengalami tindakan apa-apa dari mereka, sejujurnya batin saya tersiksa. saya merasa sangat tidak nyaman dengan ini semua. kuping saya seolah sudah tak sudi mendengar suara-suara mereka. rasanya ingin ngeluh ke sang empunya kosan supaya si kampret-kampret ini diusir saja! HAHAHA. sayangnya setelah ditimbang-timbang, alasan saya sepertinya tidak cukup berat untuk menggusur gerombolan penjahat kelamin ini. BETE! oh ya dan satu lagi, sepertinya mereka memang bukan mahasiswa jurusan kedokteran karena saya bisa melihat dari cara berpakaian mereka ketika ke kampus.

berikut, saya menarik sebuah kesimpulan. bahwa manusia macam saya memang tidak ada cocok-cocoknya hidup ditengah-tengah kosan campuran begini. yes, ini pengalaman pertama tinggal di kosan campuran, sebelum ini belum pernah. saya bisa mengalami frustasi andai memaksakan bertahan hidup lebih dari enam bulan di tempat ini. Gosh! untung lah saya cuma nebeng hidup pasca kelar kuliah saja disini. tak terbayangkan apa jadinya jika saya masih berstatus mahasiswa aktif dan memiliki kehidupan kosan macam sekarang. fiuh. anyway masih menyisa kurang dari sebulan lagi sebelum saya pulang kampung ke Maluku. paling tidak untuk saat ini saya masih punya sedikit kekuatan untuk bertahan hingga awal desember nanti.
wait, masih ada sekitar tiga mingguan lagi ya saya disini? sial!! *nangis ampe banjir*








ditulis dari balik pintu kamar 207.